Membawa istilah “Tuhan” ke dunia ilmu pengetahuan bisa dikatakan “menyimpang” dari Tugas ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun,Apa yang terjadi ketika akhirnya para pengamat dari alam ini dan berdasarkan fakta fakta observasi yang mereka lakukan, bisa berdamai dengan spiritualitas berbasis iman terhadap dunia metafisik dan supranatural? Selama berabad-abad, pendapat ilmuwan memiliki beragam-ragam rekonsiliasi dengan penolakan penolakan dari satu atau yang lain.Dan hari ini,telah banyak ilmuwan mulai mengakui adanya kemungkinan kekuatan mahakuasa Yang mengatur alam semesta.

Berikut adalah Kutipan dari para tokoh,mulai dari para pendiri ilmu pengetahuan, para fisikawan teoritis yang berbicara keyakinan mereka melalui ilmu pengetahuan :

“Fisikawan merupakan satu-satunya ilmuwan yang bisa mengucapkan kata ‘Tuhan’ dan tidak merasa malu.”
*Teolog Paul Tillich

“Dalam perbendaharaan kosakata baru ini, hukum ilmu fisika, yang dibangun secara hati-hati setelah ribuan tahun eksperimen, tidak berarti apa-apa selain hukum harmoni yang bisa ditulis seseorang untuk string dan membran. Hukum ilmu kimia adalah melodi yang bisa dimainkan oleh seseorang dengan string ini. Alam semesta adalah simfoni senar. Dan “Pikiran Tuhan”, yang Einstein tulis dengan jelas, adalah musik kosmik yang menggema ke seluruh hyperspace. Ini menimbulkan pertanyaan: Jika alam semesta merupakan sebuah simfoni senar, maka apakah ada komposernya?”
*Michio Kaku.

“Bagi Newton, alam semesta adalah seperti jam raksasa yang diputar di permulaan masa oleh Tuhan dan mendetak sejak saat itu, menurut tiga hukum geraknya, tanpa campur tangan Tuhan. Tapi sesekali, Tuhan sendiri harus sedikit mengintervensi dan mentweak alam semesta, untuk mencegahnya kolaps. (Dengan kata lain, terkadang Tuhan harus mengintervensi untuk mencegah set panggung kehidupan kolaps di atas para aktor.
*Michio Kaku

“Betul, fisikawan berdiri sendirian di antara ilmuwan dalam memecahkan salah satu pertanyaan terbesar manusia: apakah terdapat rancangan besar? Dan jika demikian, apakah ada perancang? Jalur mana yang benar untuk menuju kebenaran, akal atau wahyu?Teori string memperkenankan kita untuk memandang partikel subatom sebagai not pada string yang bervibrasi; hukum kimia sama dengan melodi yang bisa dimainkan oleh seseorang dengan string-string ini; hukum fisika sama dengan hukum harmoni yang mengatur string-string ini; alam semesta adalah simfoni string; dan pikiran Tuhan dapat dipandang sebagai musik string yang bervibrasi ke seluruh hyperspace. Jika analogi ini valid, seseorang pasti mengajukan pertanyaan berikutnya: apakah ada komposernya? Apakah seseorang merancang teori untuk memperkenankan keberlimpahan alam semesta potensial yang kita jumpai dalam teori string? Bila alam semesta adalah seperti jam yang disetel halus, adakah pembuat jam ini?”
*Michio Kaku

“Sains bukan hanya cocok dengan spiritualitas; ia merupakan sumber mendalam spiritualitas.”
* Carl Sagan.

“Sains adalah ilmu pengetahuan yang tertata rapi. Sedangkan kebijaksanaan adalah kehidupan yang tersusun indah.”
* Imanuel Kant

”Sains adalah persamaan diferensial. Agama adalah kondisi batas.”
*Alan Turing.

“Saya belum menemukan ungkapan yang lebih baik daripada “relijius” untuk keyakinan terhadap sifat rasional realitas, sepanjang dapat dicapai oleh akal manusia. Kapanpun perasaan ini tak hadir, sains merosot menjadi empirisme tak bergairah.”
*Albert Einstein

“Sains tanpa agama adalah pincang. sedangkan agama tanpa sains adalah buta.”
* Albert Einstein

“Pikiran manusia tidak mampu menangkap (seluruh pengetahuan yang terhampar) di alam semesta. Kita seperti anak kecil memasuki sebuah perpustakaan besar. Dindingnya ditutupi dengan langit-langit dengan buku-buku dalam berbagai bahasa yang berbeda. Anak tahu bahwa seseorang harus telah menulis buku-buku. Ia tidak tahu siapa atau bagaimana. Ia tidak memahami bahasa yang mereka ditulis. Tapi anak itu mencatat rencana yang pasti dalam penyusunan buku – tatanan misterius yang tidak terpahami “.
* Albert Einstein

“Sains hanya bisa dibentuk oleh mereka yang sepenuhnya dikaruniai aspirasi menuju kebenaran dan pemahaman. Namun, sumber perasaan ini bersemi dari bidang agama. Untuk ini, mesti ada pula keyakinan terhadap kemungkinan bahwa peraturan yang valid untuk dunia eksistensi adalah rasional, yaitu, dapat dimengerti oleh akal. Saya tak bisa membayangkan seorang ilmuwan sejati yang tak memiliki keyakinan mendalam tersebut.”
*Albert Einstein

“Mengingat keharmonian sedemikian luar biasa yang mampu saya identifikasi di kosmos, dengan pikiran terbatas saya sebagai manusia, masih saja ada orang-orang yang mengatakan tidak ada Tuhan. Tapi yang betul- betul membuat saya marah adalah mereka
mengutip saya untuk mendukung pandangan semacam itu.”
*Albert Einstein

“Jika Anda berfikir bahwa kemungkinan lahirnya sel bakteri untuk perakitan acak atom-atom yang menyusunya tersebut,kekekalan tidak akan cukup untuk menghasilkan satu saja rangkaian sel pun, apalagi Dihadapkan dengan jumlah besar keberuntungan menarik di balik kesuksesan alur evolusi, ini membuat kita bertanya-tanya apa sejauh keberhasilan ini sebenarnya telah ditulis ke dalam alam semesta.? “
* Christian de Duve.

“Alam semesta tidak dapat dibaca sampai kita mempelajari bahasanya dan akrab dengan karakter tulisannya. Ia tertulis dalam bahasa matematika, huruf-hurufnya adalah segitiga, lingkaran, dan gambar geometris lain, tanpanya, secara manusiawi mustahil untuk memahami sepatah kata pun.”
*Galileo Galilei

“Sedikit pengetahuan mengenai sains
membuat anda menjadi atheis, dan
pengetahuan sains yang mendalam
menjadikan Anda percaya kepada Tuhan.”
*Sir Francis.

“Saya merasa cukup mustahil bahwa perintah tersebut keluar dari kekacauan. Harus ada beberapa prinsip pengorganisasian. Tuhan untuk saya adalah sebuah misteri yang hanya dapat dijelaskan melalui keajaiban keberadaan, mengapa ada sesuatu daripada tidak ada. “
*Alan Sandage.

“Sains hanyalah setitik dari luasnya hakikat alam semesta. Marilah kita mendengar pendapat alternatif tanpa peduli benar tidaknya. Demi mengintip luasnya samudera ilmu yang masih menjadi misteri.” *Agulinovich

“Sebagai orang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk pengetahuan yang paling spesifik dalam mempelajari materi, saya dapat memberitahu Anda tentang hasil dari penelitian saya tentang atom sejauh ini: Tidak ada hal seperti itu. Semua materi berasal dan hanya ada berdasarkan kekuatan yang membawa partikel atom terhadap getaran dan mengantungkan sistem surya dan mengikat atom bersama-sama.Kita harus berasumsi dimana gaya ini (harus menunjukan) keberadaan pikiran sadar dan cerdas. Pikiran ini adalah matriks dari semua materi. “
*Max planck.

“Sains tidak bisa memecahkan misteri tertinggi Alam. Sebab menurut analisis terakhir, kita sendiri merupakan bagian dari misteri yang tengah coba kita pecahkan.”
* Max Planck

“… Kapasitas DNA untuk menyimpan informasi jauh melebihi dari setiap sistem yang dikenal : sangat efisien sehingga semua informasi yang dibutuhkan untuk menentukan suatu organisme kompleks seperti manusia. Informasi yang diperlukan untuk menentukan desain dari semua spesies organisme yang pernah ada di planet ini … dapat disimpan dalam satu sendok DNA dan masih akan cukup tempat bagi semua informasi dalam seluruh buku yang pernah
ditulis … “
- Dr Michael Denton

“Menakjubkan fine tuning terjadi melalui hukum semesta yang membuat kompleksitas luar biasa,Realisasi kompleksitas dari apa yang dicapai membuatnya sangat sulit untuk tidak menggunakan kata ‘ajaib’ tanpa mengambil sikap mengenai status ontologis dari kata itu. “
*George Ellis

“penjelasan tentang fenomena dari sudut pandang fisika mengandalkan validasi hukum² fisika yg dipandang ada begitu saja,namun kita dapat bertanya,”dari mana hukum² tersebut muncul pada kali pertamanya ?”
*Paul Davies

“Banyak yg merasa tak jelas bhw terdapat sesuatu yg melampaui realitas fisis dari pengalaman keseharian,yaitu makna tertentu dibalik eksistensi,bahkan atheis yg paling keras kepala sekalipun seringkali mempunyai rasa penghormatan terhadap alam,sbg suatu pesona & penghargaan terhadap misteri,harmoni & keindahan yg sama dg keterpesonaan religius…”
*Paul Davies

Tatanan rasional yg dimiliki jagad raya,yg mana itu dilimpahkan dari pikiran kosmik ,terjelma dalam hukum-hukum fisika,disinilah gema Ilahi yg abadi dari filsafat Plato & Aquinas mulai memasuki ranah sains dalam persamaan-persamaan matematis yg meraih bentuk paling persuasifnya pada karya monumental Isaac Newton di abad-17….”
*Paul Davies

“Tak ada subyek yg lebih baik mengilustrasi pembagian antara seni & sains ketimbang matematika,jadi,siapapun yg tertutup dari matematika tak pernah dapat menangkap signifikansi sempurna dari tatanan kosmik yg teranyam begitu anggun menjadi struktur realitas fisis”
*Paul Davies

“Meskipun ide bahwa jagad raya mempunyai sebuah tatanan yg diatur oleh hukum fisika yg tak tampak merupakan ide purba,namun hanya dalam waktu 3 abad terakhir ini saja baru didapati metode untuk mengungkapkan tatanan tersembunyi itu,apa yg didapati sains merupakan kode kosmik,yaitu kode bangunan Demiurgos….”
*Heinz Pagels

“Bobot bukti perancangan ilahi alam semesta kini begitu berlimpah sehingga telah memaksa astronom dan filsuf yang menolak Tuhan Bibel sebagai Pencipta kosmos untuk mengusulkan eksistensi alam semesta dalam jumlah tak terhingga.”
*Hugh Ross

“Saat kita menyelidiki alam semesta dan mengidentifikasi banyak peristiwa fisika dan astronomi yang telah bekerja untuk kepentingan kita, alam semesta seolah telah tahu bahwa kita akan datang.”
*Freeman J.Dyson

“Mengapa apel jatuh? Karena ada hukum gravitasi. Mengapa hukum gravitasi? Karena ada persamaan tertentu yang merupakan bagian dari teori relativitas. Seandainya suatu hari nanti fisikawan berhasil menuliskan satu persamaan tertinggi yang melahirkan semua hukum fisika, seseorang masih bisa bertanya ‘Mengapa persamaan tersebut?’”
*Martin Gardner

“Bagi seseorang yang memahami Alam
Semesta dari sudut pandang final, seluruh penciptaan akan terlihat sebagai satu-satunya kebenaran dan keharusan.”
*J. D’Alembert

“Komunitas ilmiah sedang bersiap
mempertimbangkan ide penciptaan alam semesta oleh Tuhan sebagai hipotesis yang lebih terhormat hari ini dibanding masa-masa dalam 100 tahun terakhir lalu.”
*Nightline with Ted Koppel di TV ABC April 24, 199

“Dengan ini kemuliaan Tuhan bertambah besar dan keagungan kerajaan-Nya termanifestasi; Dia diagungkan bukan di satu matahari,melainkan di matahari yang tak terbilang; bukan di satu bumi, bukan di satu dunia, melainkan di ribuan ribuan, saya katakan di dunia yang tak terhingga.”
*Giordano Bruno

“Pandangan tradisional bahwa initial condition (kondisi awal) adalah untuk kaum agamawan dan evolution equation (persamaan evolusi) adalah untuk fisikawan tampaknya telah tergulingkan—setidaknya untuk sementara. Para kosmolog kini bergelut dalam studi kondisi awal untuk menemukan apakah eksis sebuah ‘hukum’ kondisi awal, di mana
proposal ‘tanpa perbatasan’ hanya akan menjadi satu kemungkinan contohnya. Ini memang radikal, tapi barangkali tak cukup radikal. Mengkhawatirkan sekali bahwa begitu banyak konsep dan ide yang dipakai dalam deskripsi matematis modern —‘penciptaan dari kenihilan’, ‘waktu mewujud bersamaan dengan Alam Semesta’—adalah sekadar citra halus intuisi manusia dan kategori pemikiran yang tradisional.”
*John D. Barrow)

“Walaupun dahulu saya mencela tajam
‘argument perancangan’, sejak saat itu saya paham bahwa, manakala dirumuskan dengan benar, ini merupakan argumen persuasif untuk eksistensi Tuhan.”
*Anthony Flew

“Karena Tuhan telah merancang alam
semesta, maka semua fenomena alam akan mengikuti satu master plan. Satu pikiran merancang alam semesta hampir pasti menggunakan satu set prinsip dasar untuk mengatur seluruh fenomena terkait.”
*Morris Kline

“Menurut sifat segala sesuatu, tak ada yang kebetulan, semuanya ditetapkan oleh keharusan sifat ilahi untuk eksis l dan bekerja dengan cara tertentu. Singkatnya, tak ada yang kebetulan di alam.”
*Baruch Spinoza.

“Dunia fisik aktual kita, yang di dalamnya sinyal-sinyal akustik atau elektromagnetik merupakan basis komunikasi, tampaknya dipilih di antara kemungkinan model-model matematis melalui kesederhanaan intrinsik dan harmoni.”
*Richard Courant

“Astronomi menuntun kita menuju sebuah peristiwa unik, alam semesta diciptakan dari ketiadaan dan diseimbangkan secara halus guna menyediakan kondisi yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan. Tanpa kejadian yang luar biasa mustahil, observasi sains modern mengisyaratkan suatu, boleh dikatakan, rencana supernatural mendasar.” *Arno Penzias

“Semakin manusia menyelidiki hukum yang mengatur alam semesta materil, semakin dia yakin bahwa beragam bentuknya muncul dari kekuatan beberapa prinsip sederhana. Prinsip- prinsip ini sendiri berkumpul, dengan gaya berakselerasi, menjadi suatu hukum yang lebih komprehensif lagi yang kepadanya semua materi tampaknya tunduk. Meski hukum tersebut sepertinya sederhana, harus diingat bahwa itu hanyalah salah satu dari tak terhingga banyaknya hukum sederhana: bahwa masing-masing hukum ini memiliki konsekuensi sekurangnya sama luasnya dengan hukum yang eksis, dan karenanya Pencipta yang memilih hukum tersekarang pasti telah meramalkan konsekuensi semua hukum lain.”
*Charles Babbage) (Sumber: John
D. Barrow, New Theories of Eve .)

“Sekalipun sebuah generator banyak alam semesta eksis, itu, bersama dengan hukum dan prinsip latarnya, bisa dikatakan merupakan sistem kompleks…dengan kombinasi tepat hukum dan medan untuk menghasilkan alam semesta yang mengizinkan kehidupan: jika salah satu komponen luput atau berbeda,kemungkinan besar alam semesta yang mengizinkan kehidupan takkan bisa dihasilkan, Dengan tiadanya penjelasan alternatif, eksistensi sistem semacam itu mengindikasikan perancangan.”
*Robin Collins

“Bagaimanapun juga, sang perancang mungkin telah menciptakan lebih dari satu alam semesta. Oleh sebab itu eksistensi alam semesta berlipatganda cocok secara logis dengan eksistensi perancang alam semesta.”
*Peter S. Williams

“Dalam upaya memahami realitas,ibarat orang yg sedang berusaha memahami mekanisme arloji yg tersegel.Kita dapat melihat bagian depan dan jarum yg berputar,bahkan mendengar detakannya,namun kita tak mampu mengungkap sesuatu dibalik itu….”
*Leopold Infeld

“Ketika saya pergi ke bulan Aku adalah seorang pilot tes pragmatis. Tapi ketika saya melihat bumi,sebuah planet yang mengambang di luasnya ruang angkasa, kehadiran ketuhanan menjadi hampir teraba dan aku tahu bahwa kehidupan di alam semesta tidak hanya kecelakaan(aksiden) . “
* Edgar Mitchell

“Rumus fisika memang dimanifestasikan dalam bentuk angkai-angka,namun bukanlah tentang angka-angka. rumus itu berbicara tentang relasi antara besaran-besadan fisis”
*Peter Atkins

“Ketika saya memulai karir saya sebagai seorang kosmolog sekitar dua puluh tahun yang lalu, saya adalah seorang ateis . Aku tidak pernah mengalami mimpi terliar saya dalam membayangkan bahwa suatu hari aku akan menulis sebuah buku yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa klaim-klaim utama teologi sebenarnya benar, bahwa pernyataan ini pemotongan langsung dari hukum fisika seperti sekarang kita memahami mereka. Saya telah dipaksa menjadi kesimpulan ini dengan logika tak terhindarkan dari cabang khusus saya sendiri fisika. “
- Frank Tipler

“probabilitas suatu jagad raya yg mana kita didalamnya sekarang,mewujud dari rangkaian fluktuasi ruang fase yg mungkin adalah 1 dalam 10¹²³….angka yg teramat besar utk ditulis meski jumlah seluruh proton dipakai mewakili angka nolnya…”
*Roger Penrose.

“keseimbangan yang sangat halus yang diperlukan untuk memberikan persis kondisi yang dibutuhkan untuk memungkinkan kehidupan, ini tampak seperri memiliki rencana ( yang bisa dikatakan ‘supranatural’) . “
- Arno Penzias

“Faktor yang memberi hidup terletak di pusat seluruh mesin dan desain dunia.”
*John Wheeler

“Di permulaan alam semesta, ia menjadi ada karena diamati. Artinya “it” (materi di alam semesta) menjadi eksis ketika informasi (“bit”) alam semesta diamati.”
*John Wheeler

“Alam semesta bukan hanya ‘dunia tua’, tapi juga istimewa dan disetel halus untuk kehidupan karena ia merupakan ciptaan Tuhan yang berkehendak demikian.”
*John Polkinghorne

“Mengapa ada sesuatu, daripada tidak ada? Kegelisahan yang membuat jam metafisika terus berjalan adalah pemikiran bahwa ketidakeksisan dunia sama mungkinnya dengan keeksisannya.”
*William James

“keyakinan menciptakan fakta sebenarnya”
*william james

“Keteraturan menawan yang diperlihatkan oleh pemahaman kita atas dunia fisik menuntut adanya ketuhanan.”
*Vera Rubin

“Sistem matahari, planet, dan komet terindah hanya bisa berawal dari nasehat dan kendali Entitas cerdas dan berkuasa.”
*Newton.

“Jika laju perluasan satu detik setelah big bang lebih kecil sebesar 1 bagian dalam 100.000.000.000, [alam semesta] akan kolaps kembali sebelum ia mencapai ukurannya yang sekarang… Kemungkinan alam semesta seperti punya kita untuk tidak muncul dari sesuatu seperti big bang adalah besar sekali. Saya pikir terdapat implikasi relijius yang nyata.”
*Stephen Hawking

“Dr. Alexander Vilenkin, fisikawan Universitas Tufts di Somerville, Massachusetts, menyamakan alam semesta dengan sebuah gelembung dalam panci berisi air mendidih. Sebagaimana pada air, hanya gelembung- gelembung berukuran tertentu yang akan bertahan dan mengembang, yang lebih kecil akan kolaps. Jadi, dalam pembentukan, alam semesta harus melompat dari tanpa ukuran sama sekali – radius nol, ‘tanpa ruang dan tanpa waktu’ – menuju radius cukup besar untuk terjadinya inflasi tanpa melewati ukuran perantara, sebuah proses mekanis quantum yang disebut “tunneling” (penembusan/ penerowongan).”
*Dennis Overbye

”Dengan demikian pasti dunia diciptakan, bukan dalam waktu, tapi serempak bersama waktu. Diciptakan dalam waktu [yang saya maksud] adalah diciptakan setelah maupun sebelum suatu waktu—setelah masa lampau, sebelum masa depan. Tapi kalau begitu tak ada masa lampau, sebab tak ada makhluk, yang durasi pergerakannya bisa diukur. Jadi serempak bersama waktulah dunia diciptakan.”
*St. Augustine

“Probabilitas statistik struktur organik dan reaksi yang paling tepat terhadap harmoni yang melambangkan organisme hidup dihasilkan oleh kecelakaan, adalah nol.”
- Ilya Prigogine

“… Betapa mengejutkan itu adalah bahwa hukum-hukum alam dan kondisi awal alam semesta harus memungkinkan untuk keberadaan makhluk yang bisa mengamatinya. Kehidupan seperti yang kita tahu itu
akan menjadi mustahil jika salah satu dari beberapa kuantitas fisik memiliki nilai yang sedikit berbeda. “
* Profesor Steven Weinberg

“Sains tidak bisa memecahkan misteri tertinggi Alam. Sebab menurut analisis terakhir, kita sendiri merupakan bagian dari misteri yang tengah coba kita pecahkan.”
*Max Planck

“Hukum alam ditulis oleh tangan Tuhan dalam bahasa matematika.” *Galileo Galilei

“Pengalaman melewati jalan panjang meyakinkan Einstein bahwa matematika bisa menjadi kawat telegraf menuju Tuhan.”
*Dennis Overbye

“Tujuan utama semua penyelidikan dunia eksternal adalah menemukan tatanan rasional dan harmoni yang telah diberlakukan padanya oleh Tuhan dan yang Dia ungkapkan kepada kita dalam bahasa matematika.” *Johannes Kepler

“Sedikit-banyak, hukum fisika terlihat analogis dengan grammar dan bahasa yang Tuhan pilih gunakan.”
*Don Page

“Secara pribadi, dari sudut pandang ilmiah murni, saya pikir mungkin argumen paling kuat untuk eksistensi Tuhannya Spinoza dan Einstein datang dari teologi…”
*Michio kaku