Melissus dari samos,dicatat lahir sekitar 470 SM di samos. Tahun kematiannya tidak diketahui.dia adalah seorang filsuf Yunani.setelah permanides dan zeno,dia umumnya dianggap sebagai anggota penting ketiga dan terakhir dari sekolah eleatic.Tidak banyak yang diketahui tentang hidupnya. hal ini diyakini bahwa Melissus adalah seorang mahasiswa dari kedua permanides dan Heraclitus. selain karya filosofis ia juga mendapat reputasi sebagai komandan angkatan laut dari armada semian yang mengalahkan athena sekitar 441/440 SM.

TEORI TENTANG ‘YANG ADA'(BEING)

Sebagai mahasiswa permanides,melisus banyak terinspirasi namun tidak semua,di satu sisi,melissus setuju dengan argumen utama permanides,Misalnya indestructibility ,immobility , indivisibility ,oness, completeness and perfaction of Being.di sisi lain,ia mengadopsi sudut pandang yang berbeda pada permedian timelessness (keabadian permedian) dan finitude of being(ketakterbatasan “yang ada”).

Berikut adalah sifat sifat ”yang ada” menurut pemikiran melisus of simon ;

1.ABADI.(Timeless)

Argumen melissus mengenai ”yang ada” bersifat abadi sama dengan argumen permanides.meilusu mengatakan bahwa jika sesuatu ”tidak ada”,apa yang dapat dikatakan tentang itu?manusia hanya dapat mengatakan sesuatu bila sesuatu itu “ada”. kemudian,”tidak ada” tidaklah mungkin hancur menjadi tidak ada.karena itu,”yang ada” bersifat abadi.

2.TAK TERBATAS(Limitless)

Dimana permanides mengatakan bahwa ”yang ada” bersifat abadi,namun terbatas di dalam ruang. hak itu ditolak oleh melissus yang mengatakan bahwa ”yang ada” tak terbatas oleh ruang.argumen melisus adalah jika ”yang ada” itu terbatas di dalam ruang,maka harus dikatakan bahwa di luar “yang ada” terdapat ‘yamg tidak ada”. itu berarti ”yang tidak ada” ada sehingga premis keabadian ”yang tidak ada” menjadi hilang. karena itu,tidak mungkin ”yang ada” itu terbatas,juga dalam ruang.

3.YANG SATU/KESATUAN (Oneness)

Melisus mengemukakan ”yang ada” itu satu,sehingga ”yang ada” itu diesebut ”yang satu”. argumentasi melissus adalah jika ”yang ada” berjumlah lebih dari satu,maka ia tidak lagi tak tebatas sebab ada batas antara satu dengan lainya untuk berhubungan.

4.HOMOGEN.

Melisus juga menyatakan bahwa ”yang ada” pastilah homogen.jika ”yang ada” bersifat heterogen,maka pasti terdapat pluralitas,sedangkan pluralitas berarti tidak lagi satu.

5.TIDAK BERUBAH.(Unchangebility)

Terakhir,melisus juga mengatakan bahwa ”yang ada” itu tidak berubah. argumentasi terhadap hal ini berhubungan dengan sifat abadi.karena itu,pastilah ”yang ada” itu tidak berubah.
Melisus diketahui menulis ini dalam satu risalah yang berjudul ,One Nature or What Exist, yang hanya sepuluh fragmen selamat,ini adalah,untuk sebagian besar,diawetkan oleh simplicius komentator Aristotales. Meskipun tujuan dari risalah ini terutama untuk memperluas dan mempertahankan argumen sentral permanides pada konsep konsep yang telah disebutkan diatas. yang kemudian di revisi ulang oleh melissus dari samos.

Demikian sedikit tentang melisus dari samos dan pemikiranya tentang ”yang ada”,semoga membantu bagi yang sedang mendalami ilmu ontologi,menuju pemahaman tentang existensi,termasuk existensi diri sendiri.