Di antara banyaknya misteri yang ada di dunia ini,salah satu diantaranya yang menarik untuk dibahas adalah tentang kematian : ‘’apa yang terjadi ketika manusia mengalami kematian?apakah akan hilang begitu saja? ataukah akan jiwa manusia akan kembali hidup (di dalam tubuh baru?) dan di dunia yang baru seperti yang diyakini orang orang beragama?

Tentu saja,ada suatu perbedaan mencolok  antara orang hanya sekedar  ‘’percaya’’ dan orang yang mencari penjelasan/pembuktian sehubungan dengan masalah ini.orang tidak memerlukan bukti atau basis apapun untuk sekedar ‘’percaya’’.kecuali hanya kehendak  untuk ‘’percaya’’ seperti yang banyak dilakukan oleh orang orang beragama. Kebenaranya?apakah kebenaran hidup hanya seperti bermain dadu?oleh sebab itu dalam rangka ‘’mengkonfirmasi’’ keyakinan atas sesuatu.bagaimanapun,terdapat beberapa jenis orang perlu mendapatkan alasan yang cukup rasional untuk menjadi yakin,ia tentu harus menyelidikinya ketika ia masuk kedalam ilmu pengetahuan.

MISTERI JIWA

Mencoba memahami tentang kematian tentu tidak lepas dari pertanyaan sehubungan dengan jiwa.pada masa lalu,tabir jiwa manusia masih sulit untuk disingkap,hingga para ilmuwan dibuat bingung karenanya.mereka mendapatkan kesulitan untuk mengetahui hakikat dari jiwa manusia.Hingga hanya dipahami melalui kacamata filososfi,mistik dan agama,dipahami sebagai entitas non-fisik dari entitas fisik manusia(tubuh),wujudnya adalah ide ide(informasi) yang mana dari ide ide itu muncul kesadaran diri manusia.,Banyak filsuf filsuf tersohor yang menyumbangkan pemikiran tentang jiwa,mulai dari filsuf filsuf terdisional seperti plato,aristoteles,avicenna dsb hingga filsuf filsuf modern seperti thomas aquinas,immanuel kant,james hillman hingga descartes. Dari kebanyakan filsuf itu,mereka lebih memahami jiwa-tubuh yang dualitas .artinya antara jiwa yang non-materi dan tubuh yang materi adalah satu kesatuan yang utuh. Sedangkan dari segi agama sendiri,banyak dari agamawan menyamakan  jiwa dan Roh.

PANDANGAN ILMUWAN  MODERN TENTANG JIWA DAN KEMATIAN

Sejak era 80an telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para imuwan untuk memahami tentang jiwa dan kematian,seperti Penelitian tentang jiwa  oleh ilmuwan jerman ternama dari lubect university yang telah melakukan percobaan yang benar benar menarik. timnya meminta anak anak berusia 7-17 tahun di mana dalam tubuh mereka jiwa bisa ditemukan.penelitian mereka menyebutkan jiwa dapat dideteksi dari sifat energi-nya yang unik.

pada akhir tahun 1990 berita sensasional menyebar ke seluruh dunia.para ilmuwan di salah satu labolatorium AS berhasil menimbang berat hilang pada tubuh seseorang sesaat setealah kematian klisnis.mereka menemukan bahwa orang orang yang dietliti beratnya berkurang 2,5-6,5 gram,namun perlu dipahami ini bukanlah berarti bahwa jiwa adalah materi akan tetapi terjadi penguapan zat/atom tertentu  yang masih mengingat dengan jiwa ketika mengalami proses pemisahan dengan Tubuh fisik.

Bahkan lebih sensasional lagi adalah pada  tahun 2001 ,melibatkan para ilmuwan inggris diamana sam parnia dan peter fenwick berpendapat bahwa mungkin kesadaran akan terus hidup setelah otak berhenti berfungsi.penelitian ini melibatkan 63 pasien yang mengalami kematian klinis. 58 orang tidak ingat apap apa dari priode ketika mereka mati secara klinis. namun empat dari mereka mengatakan melihat makluk yang mereka pikir adalah malaikat dalam waktu yang berjalan sangat cepat,mereka mengklaim telah memasuki dunia lain yang sangt aneh dan kemudian kembali lagi ke dunia setelah dihidupkan kembali. Penelitian yang seperti ini juga pernah di lakukan di belanda oleh tiga ilmuwan di bawah pengawasan pim van lommel. hasilnya dipublikasikan dalam jurnal medis menemukan hal yang sama dengan apa yang ditumakan ilmuwan inggris. van lommel dan rekan rekannya menyatakan bahwa visi datang pada saat ketika sistem otak berhenti berfungsi.ini berarti bahwa kesadaran terpisah dari aktivitas otak.

Dan yang paling baru adalahh dari Dr. Hamerof,MD. seorang ahli anestesiologi dan psikologi,profesor sekaligus director of the center study consciousness at the university of arizona yang  memfokuskan diri di bidang kesadaran serta banyak meneliti sampai pada bidang mekanika quantum selama beberapa dekade terakhir,dalam sebuah video yang ditayangkan di “Through the Wormhole’’, mengatakan telah memahami dari mana kesadaran itu berasal dan bisa memacahkan misteri ‘’jiwa’’ selama pengalaman mendekati kematian,atau yang biasa dikenal dengan istilah NDE(near-death experience), dalam claimnya ‘’I believe the consciousness,or its immediate precursor proto-consciousness,has been in the universe all along,perharps from the big bang’’

Menurut DR.Hameroff,dalam pengalaman mendekati kematian,ketika jantung berhenti berdetak,darah berhenti mengalir dan microtubulus(organel sel) kehilangan keadaan kuantum mereka,informasi quantum dalam microtubulus tidak ikut hancur.ini didistribusikan kepada alam semesta,dan jika pasien dihidupkan kembali,informasi quantum dapat kembali ke mikrotubulus.(‘backup data’,dalam istilah komputasi.pen).Dalam keadaan ini,pasien akan mengatakan mereka memiliki sesuatu semacam pengalaman mendekati kematian,yaitu mereka melihat terowongan cahaya atau melayang keluar dari tubuh mereka. Bagaimana jika tidak dihidupkan kembali? Dr.Hameroff menjelaskan bahwa informasi quantum dapat exsis di luar tubuh,tanpa batas sebagai ‘’jiwa’’.. Ini,dalam bidang parapsikologi dikenal Sebagai sekenario hipotesis ‘’The orch-OR’’. Diusulkan bersama Roger panrose,matematikawan dan fisikawan tersohor sejak tahun 1996.

Roger panrose sendiri dalam bukunya “The Emperior New Mind’’. Atas dasar teorema ketidaklengkapan Godel,ia berpendapat bahwa otak dapat melakukan fungsi yang tidak seperti komputer atau alogaritma biasa. Panrose melihat prinsip prinsip teori quantum  yang kemudian menyediakan proses alternatif sehingga dapat memunculkan kesadaran. Ia berpendapat lebih jauh bahwa proses non-algoritmatik pada otak sebagai reduksi dari gelombang quantum(baca:gelombang otak).Sehingga dengan demikian,Kesadaran ia pahami sebagai mekanisme gelombang quantum tersebut,bukan pada otak itu sendiri. Setelah itu ia menerbitkan buku keduanya yang berjudul ‘’Shadows of Mind’’.hasil kolaborasi pemikirannya dalam bidang mekanika quantum dan anestesiologi bersama Dr.Hameroff.

Bahkan Profesor Abdus Salam,seorang Pemenang Nobel untuk pekerjaanya dalam electroweak unification of the electromagnetic dan weak force, Direktur Pusat Internasional untuk Fisika Teoretis,. Setelah mereview hasil dari penyelidikan oleh para sarjana , dia memberi dukungan materi dari sakunya sendiri, serta hibah yang cukup besar dari Foundation untuk studi kesadaran, untuk membantu  menyebarkan berita penemuan menarik  yang memverifikasi kebenaran kehidupan yang terus berlangsung di luar tingkat fisik.

RD Pearson, mantan dosen sebuah universitas dan insinyur yang spesialisasinya adalah termodinamika dan mekanika fluida. juga telah menulis sebuah buku, “Intelligence Behind the Universe ,” bersama dengan buklet pendamping, “Colossus,” dan lampiran yang menyertai bukti matematis. Tulisannya dimaksudkan untuk menjelaskan kekuatan kosmik yang mendorong phenomena keberlangsungan kehidupan, dan secara matematis kembali merujuk pada sebuah percobaan . Secara sederhana, Pearson melihat kelangsungan hidup jiwa manusia setelah kematian sebagai salah satu dari banyak fungsi multi-dimensi, multi-universal, matriks, sub-atom, yang membentuk semua bentuk kehidupan yang ada, dan yang menopang eterik, sebagai serta kesadaran fisik dari semua organisme hidup. Dalam model ini, materialisasi fisik yang disebut “kematian” orang, dan bahkan hewan, merupakan penggabungan sementara dua frekuensi yang berbeda, atau gelombang, dari dua tingkatan, agak mirip dengan ketika kita memiliki banyak frekuensi dalam radio.

Premis dari berbagai bidang ilmu pengetahuan oleh beberapa ilmuwan ini adalah bahwa penemuan tertentu dari matematika terbaru, dikombinasikan dengan hasil eksplorasi mendalam tentang fisika dan mekanika kuantum, saat ini telah memberikan verifikasi bagi banyak percobaan ilmiah terdokumentasi sebelumnya yang berurusan dengan apa yang sebelumnya telah dikenal sebagai “fenomena psikis.” Percobaan ini, dan yang telah dilakukan oleh berbagai peneliti dari akhir abad kesembilan belas hingga saat ini, semuanya memiliki benang merah.

Sehingga Sampai sini,nampaknya kematian dan melepasnya jiwa dari tubuh ketika kematian  bisa jadi adalah proses yang alami berdasarkan hukum hukum yang berlaku di alam,kematian dari apa yang bisa diyakini hanya merupakan persimpanagan anatara dua dunia, Yang jelas setiap makhluk yang bernyawa pasti akan melaluinya,termasuk anda,sehingga semua kembali lagi pada anda dan nilai postif yang mungkin anda dapatkan ketika memahami hal ini lebih baik.