Dalam pandangan agama –terutama islam – Tuhan  diyakini sebagai Dzat yang maha kuasa,maha pencipta alam semesta,dsb. Dzat sendiri sebenarnya sama artinya dengan zat,yaitu wujud atau perwujudan.Lebih lagi jika Tuhan dikatakan sangat dekat dengan manusia,ada dimana mana dan bahkan pada diri manusia itu sendiri. Sebenarnya dalam islam sendiri dilarang memikirkan tentang dzat Tuhan namun dalam pemahaman bahwa yang dilarang itu membayangkan bentuk daripada dzat Tuhan. Sedangkan mengenal sifat sifatnya adalah suatu keharusan bagi setap orang orang yang berfikir teologis.ini adalah iman yang beralasan dan dewasa, Berbicara dzat atau zat Tuhan,sebagaimana zat dalam pemahaman ilmu pengetahuan,apakah ini berarti bahwa perwujudan dari Tuhan adalah sosok materi?jika iya,maka itu berarti pemahaman tentang Tuhan yang kaku dan dangkal harus segera diubah.

 APA ITU MATERI?

Materi adalah segala sesuatu di sekitar Anda. Materi adalah segala sesuatu terbuat dari atom dan molekul. Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, Dalam kehidupan sehari hari materi mengambil perwujudan sebagai sebuah zat. Wujud zat(lebih dikenal dengan istilah “fase materi’’) akan ditentukan oleh sifat/massa jenis zat yang meliputi densitas,indeks bias komposisi,magnetisasi dan unsur kimia-nya.biasanya dijumpai dalam empat fase berbeda,yaitu padat,cair,gas dan plasma. Dan umumnya keempat fase inilah yang dipahami oleh banyak orang termasuk mungkin anda?Namun sebenarnya ada lebih dari empat fase zat yang diketahui hingga abad ke 20 ini.

Secara historis,pada mulanya ilmuwan hanya mengetahui tiga fase dari materi yaitu padat,cair dan gas,hingga tahun 1979 para ilmuwan menumukan fase yang ke-empat yaitu plasma dan fase berikutnya pada tahun 1997 yang diberi nama Bose-Einstein kondensat (BEK) ..

Lebih spesifik,Dari fase yang terdingin sampai pada fase terpanas :

1.Bose-Einstein kondensat, sebuah fase benda yang terbentuk oleh boson didinginkan ke suhu yang mendekati nol mutlak dan eksis dalam kondisi aneh di mana semua atom mencapai keadaan kuantum mekanik yang sama. (no motion)

2. Padat, berwujud dengan volume tertentu dan bentuk. seperi es, baja, atau layar komputer/Hp Anda. ( particles move in all three dimensions )

3. Cairan. adalah wujud yang mengambil bentuk atas wadah padat, dan memiliki permukaan Yang tetap, sepeti air putih dan soda. ( particles move in all three dimensions )

4. Gas, ikatan molekul benda padat atau cair yang terlepas pada titik uap suhu. seperti gas oksigen dsb. ( particles move in all three dimensions )

5. Plasma, merupakan substansi
yang mirip dengan gas dengan bagian tertentu dari partikel telah mengalami ionisasi. seperti petir, listrik, las busur, matahati. ( particles move in all three dimensions )

 Dari kelima fase yang telah disebutkan ini,antara satu fase dan fase yang lain juga dapat berubah tergantung keadaan suhu(memanas atau mendingin) sehingga mempengaruhi temprature zat,temprature zat dalam hal ini akan menentukan keadaan ikatan atomik penyusun pada suatu zat. Beberapa contoh perubahan fase ini misalnya adalah pencairan(mealting) seperti es mencair menjadi air ketika dipanaskan-kebalikanya disebut pembekuan yaitu perubahan dari cair ke padat/beku.

Apakah ada wujud zat yang lain dari kelima wujud zat yang telah disebutkan di atas?

Secara teoritis jawabanya adalah ada,laporan dari badan research yang didukung oleh NASA pada tahun 2001 melalui jurnal resmi-nya mempublikasikan sebuah laporan dimana mereka menemukan bentuk baru dari zat yang mereka namai ‘’femionic kindensat’’,femionic kondensat adalah fase superfluida dari materi yang berada pada temprature rendah,yaitu kurang dari 1/1.000.000 di atas nol mutlak atau 0,0000001 kelvin. Perbedaan dengan bose einstein kondesat yang terbentuk oleh patikel boson. Femionic kondensat dibentuk oleh femion. Pada tahun 2003,dua tahun setelah laporan dari NASA,Deborah S.jin. profesor universitas colorado bersama National institute of standarts and Ttechnology(NIST)  Mencipatakn contoh atom pertama femion kondensat. Sehingga bentuk baru dari zat ini telah dibuktikan dan diterima keberadaanya oleh para fisikawan di dunia.

Selain femionic kindensat ternyata ada lagi wujud zat yang diyakini sebgai wujud zat berikutnya,itu adalah filament,jika femionis kondensat berada di tempratur yang sangat rendah,sebaliknya,filament justru beada di tempratur yang sangat tinggu,walaupun pada mulanya dianggap sebagai zat plasma,sebagia meyakini filament memiliki karakteristik berbeda sehingga fase-nya harus berada di atas keadaan plasma. Filament berada pada suhu diatas 24 juta kelvin dan keadaan ini lebih panas dari suhu plasma.

Sampai sini terhitung ada 7 fase materi yang diketahui baik yang telah terbukti ataupun yang masih secara teoritis,penemuan penemuan terhadap fase materi ini bertambah seiring waktu dan seiring kemajuan teknologi alat observasi.. anda bisa bertanya bertanya “ada berapa banyak lagi zat yang belum ditemukan ilmuwan?” termasuk zat Tuhan? tentu zat Tuhan sebagaimana dipahami dari sifat sifatnya harus berada di tempat yang seharusnya sebagai Tuhan.

KEKEKALAN MATERI.

Secara filosfi,pendapat tentang materi itu kekal telah ada sebelum ilmu pengatuhan modern,aristoteles yang hidup di zaman yunani tradisional telah memahami itu,sedangkan dari segi ilmu pengetahuan modern,Kekekalan meteri terkait dengan hukum kekekalan massa atau dikenal juga dengan istilah Lomonosov-lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut(dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesuadah reaksi adalah sama,tetap atau konstan). pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.hal ini disesuaikan dengan relativitas khusus,diamana kesetaraan massa-energi menyatakan bahwa kekekalan massa setara dengan kesetaraan kekekalan energi total yang merupakan hukum pertama termodinamika. Secara historis hukum kekekalan massa ini ditemukan oleh antoine levoisier pada abad ke 18 dan secara luas telah digunakan dalam berbagai bidang seperti kimia,mekanika,dan mekanika fluida.

Contoh dari hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen(gas) dari air(cairan).bila hidrogen dan air habis ketika mengalami penguapan,akan diperoleh massa campuran  hidrogen dan oksigen sebesar 36g. begitupun apabila reaksi penguapan  masih menyisakan air,maka massa campuran hidrogen dan air yang tidak ikut menguap hasilnya tetap sebesar 36g.

Mungkin muncul pertanyaan bagimana dengan pristiwa big bang?bukankah itu adalah awal terciptanya materi(ex nihilio)?yang pasti dari hukum kekekalan massa mengimplikasikan bahwa tidak ada yang bertambah di alam semesta ini mulai awal big bang hingga sekarang, alam semesta harus memiliki massa yang sama,konstan atau tetap meskipun ia  berkembang ,bisa dibayangkan seperti balon yang sebelum dan sesudah ditiup akan memiliki massa yang sama.ini tergantuk pada kerapatan/kepadatan dimana awal pembentukan alam semesta dimulai oleh singularitas yang sangat sangat padat. maka Jawaban tentang hal ini bisa dijelaskan melalui “pararel universe”.,pararel universe tidak membutuhkan penyebab pertama(prime mover) melainkan ketakberhinggaan pada dirinya sendiri di dimensi yang lebih tinggi (ex-infinitum).,namun demikian hal ini tidak sama sekali menyingkirkan posisi Tuhan sebagai maha pencipta,itu jika zat Tuhan dipahami dalam sifatnya yang tak berhingga.

MATERI DAN DIMENSI EXTRA

Sejalan dengan begitu pesatnya perkembangan fisika di bidang mekanika quantum  dan atrofisika,fisikawan telah menduga selama bertahun tahun apa yang tersembunyi dibalik dimensi yang ada,terutama karna mereka tampaknya memprediksi hal ini melalui teori string,favorite saat ini untuk teori partikel sub-atomik fundamental. ,dimensi extra ini,umumnya dianggap kecil namun penemuan terbaru yang dipublikasikan oleh jurnal nature edisi 2 september 2005 justru mengatakan sebaliknya,diemensi extra justru realitif besar sedangkan alam semseta yang kita tinggali inilah yang menjadi amat kecil yaitu sekitar beberapa nanometer  luas saja jika dilihat dari dimensi extra. Ini mengimplikasikan bahwa materi yang kita lihat hanya sebagian kecil,dari total materi yang tersembunyi di dimensi extra.penyimpulan ini diambil ketika mereka mencoba memahami materi gelap yang berperilaku membingungkan.materi gelap adalah materi aneh yang mencakup 85% dari seluruh massa alam semesta. ini mengambarkan bahwa pemahaman Ilmiah ilmu pengetahuan tentang materi hanya sekitar 15% saja.sisanya masih tidak diketahui. ini sangat sedikit untuk mengambil kesimpulantermasuk tentang Tuhan jika hanya menggunakan pengetahuan berbukti..

KESIMPULAN.

Dari pemaparan di atas,menjelaskan bagaimana materi dapat diklasifikasikan melalui tingkat fase,dengan demikian,sebuah anggapan yang salah kapra ketika mengatakan Wujud Tuhan adalah Materi artinya menyamakan Tuhan setingkat atau sama dengan makhluk. Tingkat fase(zat) dari materi di atas artinya antara zat padat dan dan zat cair atau antara zat satu dan zat yang lainya memiliki sifat yang berbeda. Ini juga harus berlaku antara tujuh wujud zat yang diketahui manusia hingga sampai hari ini dengan zat Tuhan. Jelas harus demikian karna secara agama –terutama islam- pemahaman dogmatis telah menjelaskan bahwa Tuhan berbeda dari segala yang wujud yang diketahui manusia.kekekalan materi dan bagaimana kita hanya memahami atau mengetahui sebgaian kecil atau sedikit tentang materi . juga,menyangkut dualitas materi-non materi sebagai hukum Tuhan. Ini juga berlaku pada dirinya sendiri,yaitu antara Tuhan sebagai sifat, dan Tuhan sebagai wujud(dzat/zat/).Tuhan dekat, ada dimana mana dan di dalam diri manusia itu sendiri telah menunjukan benang merah antara sifat materi dalam pengertian universal dan sifat Tuhan.