Dalam bukunya yang berjudul the “A brief history of Time” Stephen hawking menuliskan beberapa pernyataan yang berhubungan dengan sikap skeptisnya terhadap Tuhan dalam penciptaan, “Because there is a law such as gravity(karena ada hukum seperti garvitasi), the Universe can and will create itself from nothing. (alam semesta bisa menciptakan dirinya sendir dari ketiadaan) Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing(Spontanitas penciptaan adalah alasan adanya sesuatu daripada tida ada) why the Universe exists, why we exist(mengapa alam semsta ada,mengap kita ada”

Disini saya melihat beberapa kerancuan/problem dari pernyataan stephen hawking tersebut.saya katakan itu adalah kesalahan logika ontologis! Mengapa?

Uraian akan dijabarkan Point to point.

Pertama,
Perhatikan kalimat “karena ADA hukum seperti gravitasi,(sebab) alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan “(akibat)

-jika ia mengakui bahwa Hukum gravitasi itu sendiri adalah keberadaan, sesuai dengan pernyataanya sendiri yang menyebutkan “karana ADA hukum gravitasi” maka tak seharusnya ia mengatakan “alam semesta bisa menciptakaan dirinya sendiri dari ketiadaan” ,melainkan dari “keberadaan” yaitu keberadaan hukum gravitasi.

-jika ia tidak mengakui hukum gravitasi adalah keberadaan,maka bener jika ia mengatakan bahwa “alam semesta bisa menciptakan dirinya sediri dari ketiadaan”,akan tetapi tak seharusnya ia menyebutkan “Karana ADA hukum gravitasi” , artinya hukum gravitasi juga harus tidak ada. untuk membenarkan pengunaan istilah”ketiadaan” sebagai pemutus rantai sebab akibat .

Kedua,
Jika harus dipaksakan,maka Pernyataan stephen hawking di atas adalah pernyataan yang tidak Tuntas,maksudnya jika ia tau alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan hanya karana ada-nya hukum gravitasi,lalu bagaimanakah atau dari manakah hukum garvitasi berasal? Karana faktanya ia sendiri tak mampu menjelaskan mengapa hukum gravitasi bisa ada bukan?

 

HUKUM GRAVITASI WALAU BAGAIMANAPUN SULIT DIJELASKAN

 Selama ini hukum gravitasi hanya diimbuhkan  secara manual dalam perhitungan matematis oleh para fisikawan,namun darimana dan bagaiamana proses terbentuknya,para ilmuwan hingga akhir priode ini belum ada yang biasa menjelaskannya secara Tuntas,termasuk stephen hawking,padahal,hukum gravitasi adalah hukum yang sangat mendasar dari bangunan ilmu pengtahuan terutama fisika,ia adalah pilar,kunci untuk menjelaskan trutama yang berhubungan dengan existensi.

Sebagaimana yang kita tau,Gravitasi adalah kekuatan yang selalu bertindak atau berprilaku menarik,sehingga sifat ini akan mengikat antar partikel materi,bisa dibayangkan jika gravitasi tidak ada maka segala partikel atomik akan tercerai berai sehingga alam semesta seketika runtuh.scara historis, Sejak sir isac newton tahun 1666 mendeskripsikan secara matematika untuk pertama kali,mangartikanya sebagai kekuatan ‘’universal’’. Deskripsi newton tersebut tidak berubah sampai Albert einstein Menerbitkan  Teori Relativitas  Umum pada tahun 1915. Sembilan puluh tahun kemudian. Fisikawan seperti adward Witten ,brian Greene dan lee smolin. Yang menemukan cara untuk meingkatkan penjelasan,mengakomodasi aturan,dipadukan bersama mekanika Quantum.Ironisnya,meskipun gravitasi dihasilkan oleh materi,Relativitas umum tidak benar benar menggambarkan masalah itu secara rinci.Tentu saja tidak serinci bagaimana ilmuwan menjelaskan tentang mekanika Quantum itu sendiri.

 

TEORI STRING MENANTANG PENDAPAT STEVEN HAWKING.

Stephen hawking yang berpendapat bahwa hukum gravitasi adalah hukum yang menjadi alasan mengapa kita ada,mengapa alam semsta ada,namun perkembngan ilmu pengetahuan bergerak lebih jauh,seperti saat ini para ilmuwan sedang mencoba menyelesaikan sebuah teori baru yang mereka sebut teori string untuk mencoba menjelaskan bagaimana gravitasi bisa muncul. Dasar penelitiannya adalah dari perhitungan dalam fisika partikel untuk menerangkan adanya materi tak tampak di alam semesta. Sejauh ini sudah diketahui bahwa inti atom terdiri dari keluarga materi yang ukuranya amat sangat kecil dari atom,dimana setiap inti atom memiliki dua lapton,sebuah electron baik berupa myon atau tauon,sebuah neutron dan pasangan quark.  teori string mengibaratkan penyusun materi itu sebgai titik titik dimana antara titik yang satu dan titik yang lain terdapat tali yang amat tipis,diibaratkan seperti senar gitar yang bergetar dengan frekuensi tertentu mengikat dan menarik antar partikel elementer dalam sebuah atom atau materi. Yang unik dan menarik perhatian ilmuan adalah kenyataan bahwa sifat string antar partikel elementer ini seketika mnggambarkan sifat sifat dari gravitasi. Lalu mengapa hal ini menentang pendapat stephen hawking? Alasan jelas karna teori string akan mengambarkan bahwa ada hukum lain yang telah memunculkan hukum gravitasi yaitu bagaimana rumus di dala teori string tersebut yang justru membuat ini semakin rumit secara matematis.,apalagi jika dikatakan teori sring ini kemudian mengimplikasikan  alam semseta bukan hanya tiga dimensi ditambah satu dimensi waktu saja melainkan tentang 11 dimensi. Tentu saja hukum gravitasi bisa saja berasal dari dimensi yang lebih tinggi,dengan demikian hukum gravitasi bukalah hukum causal sebagai fundamental mengapa kita dan alam semsta. Itu adalah kesimpulan yang ditararik terlalu cepat melihat ilmu pengetahuan masih terus berkembang bahkan setelah stephen hawking telah usai dengan teori fisikanya.

Terakhir,masih berhubungan dengan masalah ini,mengutip ungkapan dari michio kaku,’’….Jika teori string akhirnya terkonfirmasi secara experimen sebgai theory of everiting,maka kita harus bertanya dari mana hukum dalam persamaan persamaan ini berasal. Jika unified field theory sungguh sungguh unik,sebagaimnan diyakini einstein,maka kita harus bertanya dari mana keunikan ini berasal.fisikawan yang meyakini Tuhan ini percaya bahwa alam semesta begitu sederhana sehingga tidakmungkin hanya kebetulan. Alam semesta itu acak sama sekali atau tersusun dari electron dan neutrino tak bernyawa,tak mampu menciptakan kehidupan,apalagi makhluk berakal.jika,sebagaimana keyakinan saya dan beberapa fisikawan lain,hukum tertinggi realitas dapat dijelskan oleh rumus yang mungkin tak lebih dari satu inchi panjangnya,maka pertanyaannya adalah dari mana persamaan ini berasal?’’

Dari pernyataan ini michio kaku ini mengambarkan bahwa ketika suatu hukum dipahami kita masih bisa terus mempertanyakan dari mana hukum itu berasal,dan faktanya itulah yang terjadi pada dunia fisika dalam rantai sebab akibat yang belum ada ujung pangkalnya,penemuan baru selalu menujukan ada sebab lain daripada sebab yang ada. Dan pernyataan michio kaku yang ini jelas lebih bijak daripada pernyatan stephen hawking tersebut.