Sekarang Keingintahuan manusia mulai kembali menyeruak tentang mars sebagai salah satu planet Terdekat dan memiliki kemiripan dengan Bumi, Mulai dari awal manusia tau tentang mars, pertanyaan Yang mungkin paling pertama muncul adalah : bisa manusia  mengririm sesuatu ke sana? Sebagian besar mungkin ragu,tapi hari ini kita tau bahwa itu telah dilakukan, seperti ceriosity yang terakhir dikirim manusia ke mars. Pertanyaan berikutnya : bisakah manusia menjajah Mars?

Memang sekarang belum,Tapi seharusnya jika manusia bisa mengrim Objek ke mars,maka manusia pun bisa,dan sangat mungkin.,ya tentu,Ada sejumlah tantangan praktis untuk mengatasi masalah ini, namun melihat bahwa ada perbedaan antara Bumi dan Mars, tetapi juga ada pula sejumlah kesamaan. Planet Merah, disebut demikian karena banyaknya oksida besi atau hematit di permukaannya yang memberi nuansa kemerahan di permukaanya, memiliki es di kutub. Berputar pada sumbu tunggal dan ada sekitar dua puluh empat jam dalam sehari. Mars seperti Bumi memiliki beberapa musim dan di samping oksida besi, permukaan planet juga mengandung mineral melimpah ,seperti magnesium, natrium, kalium dan klorin, semuanya penting untuk pertumbuhan tanaman.

Kendala utamanya hanyalah,  air berwujud cair tidak dapat eksis di permukaannya. Hal dikarenakan  sebagian besar  atmosfer di mars memiliki kepadatan yang rendah, dan kepadatan Rendah itu disebabkan tarikan gravitasi yang lemah. Ukuran Mars hanya sekitar setengah dari diameter Bumi. Ditambah lagi ‘massa’ dari planet mars jauh kurang padat, yang bertanggung jawab atas rendahnya gravitasi di sana . Intu Planet mengandung sejumlah besar besi, Disampinh juga mengandung magnesium, kalsium, silikon dan oksigen. Tidak seperti Bumi, Mars tidak memiliki kutub medan magnet. Para ilmuwan percaya bahwa dua bulan Mars, Phobos dan Deimos, tidak memiliki efek stabilisasi pada spin dari planet seperti bulan miliki atas Bumi. Karena Mars lebih jauh dari matahari dari Bumi,sehingga Lama dalam satu tahun di marz adalah 687 hari, hampir dua kali lebih lama dari satu tahun Bumi. Dengan implikasi, Musim Mars dua kali lebih lama dari bumi kita. Dan jika terlalu lama dalam satu musim,Efeknya akan buruk supaya kehidupan bisa bertahan, Dengan demikian, Lingkungan Mars bukanlah lingkungan ramah, suhu permukaan rata-rata menjadi minus 80 derajat Fahrenheit. Atmosfernya 95 % karbon dioksida sedangkan bumi hanya memiliki 0,039% karbon dioksida dan 21% oksigen.

Selain daripada itu Masih ada masalah lainya yang harus dihadapi, misalnya,Mars yang terkenal dengan “Evil dust” nya, badai debu yang dimulai ketika Mars.berada dalam cuaca yang sedang panas-panasnya. Ada juga yang musiman seperto “gempa” di Mars rawan terjadi. untuk makluk makhluk seperti di Bumi, kehidupan tidak akan bisa berkembang di kondisi yang semacam itu.

TERRAFORMASI MARS

Ada banyak teori untuk bagaimana memecahkan masalah masalah atau kendala kendala yang sebagaimana disebutkan di atas, dan yang termungkin bagi para ilmuwan adalah apa yang mereka sebut sebagai “Terraforming”, Terraforming adalah proses transformasi lingkungan yang tidak bersahabat menjadi satu cocok untuk kehidupan manusia. melihat bahwa Mars adalah planet yang paling mirip dengan Bumi, itu bisa dikatakan adalah kandidat terbaik untuk melakukan terraforming di masa depan. Setelah lama hanya subjek novel fiksi ilmiah, sekarang menjadi area penelitian yang layak untuk dipikirkan. Para astronom terkenal dan peraih Pulitzer award, Carl Sagan,mengatakan bahwa ada janji besar dalam pencarian kehidupan kuno di Mars(karna Ada teori yang mengatakan bahwa mars di zaman dulu diindikasikan pernah Memiliki kehidupan) . Jika kehidup pernah berkelanjutan di Mars,menurut Segan, penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan Mars untuk berkembang menjadi planet yang dingin dan tak bernyawa sekarang ini. Dengan pengetahuan ini, kita dapat melakukan terraform pada Mars dengan membalik proses tersebut.

Ilmuwan NASA percaya bahwa teknologi saat ini mungkin sudah cukup mampu untuk menciptakan atau melakukan perubahan iklim global pada iklim global,(baca tentang HAARP) memungkinkan manusia untuk hidup di Mars. Tapi ini tidak Tentu bukan tugas yang mudah.Meningkatkan tekanan atmosfer dan suhu permukaan saja dapat dicapai dalam beberapa dekade.

Penelitian ini memiliki implikasi lingkungan yang kuat untuk Bumi. Apa yang para peneliti coba lakukan melibatkan tentang masalah pemanasan global,semacam efek rumah kaca supaya dapay dilakukan di planet Mars yang dingin. Para ilmuwan mungkin dapat menguji hipotesis mereka tentang pemanasan global dalam upaya mereka untuk meningkatkan suhu permukaan mars. Demikian juga, sekali teori, mereka dapat diterapkan sebagai planet kita sendiri dalam upaya untuk membalikkan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh polusi dan deforestasi.

Sekarang,kita harus menyambut tantangan menjajah planet lain yang akan membawa peradaban manusia ke era yang lebih Maju,Semakin banyak tantangan yang mampu manusia atasi, semakin siap kita akan untuk bergerak keluar dari sistem tata surya, sebuah petualangan kosmik yang berada di depan kita.

*Dikutup dari berbagai sumber.