Oleh : Mueeza of’vivosterra

Memang sebenarnya istilah filsafat itu sendiri bukanlah Istilah yang umum dan ketehui banyak orang di era sekarang walaupun sebenarnya filsafat telah berjalan selama ribuan tahun, paling tidak tercatat sejak zaman yunani kuno, tapi hari ini, filsafat tampaknya telah tersingkirkan oleh ilmu ilmu besar lainya sebagaimana yang umum diajarkan di sekolah sekolah. sesekali pernah ketika saya berbicara tentang filsafat di Depan sahabat sahabatku, tapi saya cukup terkejut bahwa mereka tidak mengetahui filsafat, atau paling tidak hanya pernah mendengar namanya tapi tidak tau apakah filsafat itu dalam pengertian yang sesungguhnya, Filsafat dibenak banyak orang,paling tidak sejauh apa yang aku perhatikan lebih kepada anggapan yang negatif, seperti misalnya bahwa filsafat adalah kegiatan yang membuat pusing kepala, atau sesuatu yang kompleks dan abstrak,apalagi ditambah bagiamana Pemuka pemuka agama menggap bahwa filsafat adalah jalan kesesatan. karna memang bahwa banyak Ide ide filsafat yang tampaknya bertetangan dengan dogma dogma agama,itu harus diakui tapi bukan berarti filsafat itu sendiri adalah sesat, jika diasumsikan bahwa hanya karna banyak ide ide fisafat yang bertentangan dengan nilai nilai agama,bukankah juga banyak aliran aliran agama yang dinilai sesat oleh suatu kaum walaupun mungkin aliran aliran agama itu tidak berbicara masalah filsafat, jadi sesat tidak sesat ini bukan pada filsafatnya, tapi pada pemikiran daripada yang befilsafat itu sendiri dan tidak hanya terjadi pada filsafat, pada agama juga amat rentan terjadi kesesatan. justru sebaliknya,filsafat membuat kita menjadi semakin kritis dalam menanggapi setiap ide ide yang ada, sebagaimana filsafat existensialisme yang telah mengajarkan saya bahwa adalah mungkin untuk mencari nilai dan makna tanpa harus terdoktrinisme oleh agama, karna jika kebenaran itu adalah kebenaran, maka ia tidaklah kemudian akan bertentangan jika agama tersebut memang benar,sehingga ketika harus berfilsafat tanpa agama sekalipun kita akan kembali pada agama pula,tentu dengan membahwa pemahaman yang lebih mendalam, dimana hal ini disebut sebagai hakikat. Itu menurut sudut pandang agamawan,ada juga meurut sudut pandang manusia materialistk,yang menganggap bahwa filsafat itu tidak berguna,buang buang waktu ,belajar filsafat?, bahkan itu tidak menghasilkan uang,untuk apa?seakan akan uang adalah tujuan dari hidup itu sediri.menyangkut masalah ini,  saya mengartikanya bahwa banyak orang hidup telah menempatkan nilai di tempat yang salah, yang menurut saya adalah uang. kenapaa segala galanya harus uang yang menjadi terpenting?,  tak sadar bahwa manusia yang secara awam telah dipengaruhi oleh Realitas yang mengingat.

Bagi seorang filsuf,ada banyak hal yang lebih penting di dunia ini,kita datanh ke dunia ini adalah dalam keadaan tidak tau menahu tentang apa apa, ketika terlahir ke dunia, kita memulai dengan mengenal orang orang di lingkungan kita dan kemudian kita menjadi seperti bagaimana lingkungan itu, kemudian melepaskan dari peratanyaan fundamental atas kehadiran kita di dunia itu sendiri,seperti dari mana kita berasal?, apa tujuan hidup di dunia dan kemana kita harus kembali? kita atau kebanyakan orang telah cukup puas dengan apa yang agama dari lingkungan terdekat mereka mengajarkan ,tapi saya katakan itu tidaklah cukup.

FMemang benar bahwa ada filsafat yang bersifat akademis(dengan belajar di fakultas filsafat)  dan ada pula filsafat yangg pada dasarnya tidak begitu berguna tapi diakui oleh beberapa kalangan( (Karna kita sering juga mendengat tentamg misalnya, Filosofi keris, fillosofi Memelihara burung dara, filosofi bertapa dsb, ini yang saya katakan filsafat yang tidak berguna,) , tapi pada intinya, filsafat adalah berjuang menuju mencari tahu apa yang benar dan berharga, dan apa artinya hidup yang bermakna dan berharga itu. selain itu Filsafat bukanlah  bukan hanya sebuah teori tentang sesuatu. Juga tidak tentang keinginan,kepentingan dan Keyakinan. Filsafat adalah kegiatan: sebuah pencarian sebuah kebijaksanaan sebagaimana akar daripada kata filsafat itu sendiri ,philio dan sophia, . Filsafat merupakan kegiatan pemikiran. Filsafat adalah jenis yang unik  atau gaya berpikir yang berbeda dari umumnya. Filsafat artinya usaha untuk melepaskan diri dari kebimbangan menuju pada kepastian atas kebenatan melalui  nalar yang murni, bukan sekedar dogamtisme yang terkadang bagi kaum intelektual meragukan. filsafat  menyediakan kesempatan bagi kita untuk mengrtitisi hal hal yang berpotensi Menyesatkan dan merusak diri kita sendiri,  ini adalah semacam Jalan menuju sebuah pencarian hikmat dan kedalaman .sebagaimana manusia adalah makhluk yang Diciptakan tertinggi daripada segala makhluk karna “akal pikiranya”

Filsafat sebagai fungsi proses sebagai suatu kegiatan yang merespon tuntutan masyarakat untuk kebijaksanaan, yang menyatukan semua yang kita tahu untuk mendapatkan apa yang kita nilai. Dilihat dengan cara ini Filsafat adalah bagian dari aktivitas pertumbuhan manusia dan dengan demikian integral, bagian penting dari proses pendidikan. Filsafat dan pendidikan memiliki sebagai tujuan bersama pengembangan dari total kecerdasan seseorang, realisasi potensi manusia.

Filsafat, sebenarnya adalah sesuatu yang tertolak bagi ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan dapat memberitahu kita bagaimana hal-hal  secara empiris,berdasarkan bukti nyata, tetapi ilmu pengetahuan sendiri memiliki kelemahan, bahwa ia  tidak dapat memimbing bagaimana kita kemudian harus hidup, implikasi ilmu pengetahuan sejauh ini hanya membuat kita hidup mudah dari teknologi teknologi baru yang bermunculan tapi tidak membuat kita hidup lebih bijak. Itu juga telah terihat bagaimana dalam konteks tertentu para akdemisi masih perlu merujuk pada pemikiran pemikiran filsuf masa lalu. Walaupun di masa lalu ilmu pengetahuan tidak telah seberkembang seperi sekarang, kebijaksanaan mereka tampak masih lebih tinggi daripada kita sekarang. Bahkan untuk yang sekelas profesor sekalipun tidak menjamin bahwa ia akan Mampu membimbing orang ke arah yang lebih etis, arah ilmu pengetahuan telah menyimpang daripada tujuan mulianya. Sebaliknya justru semakin produktif dalam produk produk Teknologis yang dimonopoli untuk kepentingan perusahaan atau Bangsanya sendiri.

Sampai sini,saya hanya ingin menyampaikan bahwa bagaimana Kini istilah “Filosofi” sering disalahgunakan melalui anggapa anggapan yang salah. istilah ini dapat dikatakan telah memilki nama yang “rusak”. Sebagian menganggap Filsafat sebagai “jalan hidup”, “melihat dunia”, “teori tentang kehidupan”, dll .. Yang begitu sulit untuk mereka cerna,Walaupun juga penting bagi pengenggas penggas fulsafat untuk membuat filsafat lebuh sederhana sebagaimana Tujuan dari filsfat itu sendiri, Masyarakat memiliki sedikit apresiasi sadar untuk tradisi filosofis sehingga akhirnya filsafat tenggelam berdama dengan budaya modern yang komsumeris . Masa depan untuk Filsafat sebagai kegiatan intelektual telah diragukan untuk mengubah kondisi sosial,namun apa yang kemudian mereka yakini itu juga malah mambawa masyatakat Seperti sekarang kita lihat ini, : kecenderungan anti-intelektual dan anti-rasional yang mencirikan adegan budaya saat ini dan sebagian besar gerakan sosial dan politik yang berpengaruh dan menentukan
di dalamnya ..

Sehungga dengan demikian,harus tumbuh kesadaran bahwa Filsafat bukan hal yang harus ditakuti dan dihindari,filsafat harusnya menyatu dalam kehidupan kita sebagai manusia yang berfikir, karna berfikir asendiri artinya menjadi sadar, dan menjadi sadar artinya memiliki pilihan yang benar untuk melakukan apa yang harus dilakukan menurut diri pribadi,berfilsafat dengan filsafat yang sebanar benarnya , akan menjadikannya manusia lebih kritis, analitis-logis, dan sistematis. Sehingga dalam menjalani kehidupan yang memang tak pernah lepas persoalan ini.
_